Belajar Makin Seru, 300+ Guru Sulsel “Upgrade Ilmu”
Kusnandar Putra
Siapa bilang belajar di kelas harus selalu kaku dan bikin mengantuk?
Kemarin, Selasa (13/10), lebih dari 370 peserta, terdiri dari guru, kepala sekolah, hingga pengawas lanjut hari ke-2, Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran.
Bukan sekadar duduk mendengar, para pendidik ini langsung "turun tangan" belajar hal baru, membuat Learning Management System (LMS) sederhana menggunakan Moodly, sekaligus meracik Media Interaktif Digital yang keren.
Tujuannya membawa perubahan nyata (transformasi) di dalam kelas agar anak-anak zaman sekarang bisa belajar dengan lebih mudah, seru, dan paham materi.
Tantangan mengajar anak-anak jaman now itu beda. Generasi yang lahir di era layar sentuh ini butuh visualisasi yang menarik, bukan sekadar teks panjang di papan tulis.
Guru-guru kini bisa menata materi, kuis seru, hingga ruang diskusi dengan membuat Media Interaktif Digital.
Materi pelajaran yang dulunya terasa rumit atau abstrak bisa diubah jadi visual yang interaktif dan renyah untuk dicerna murid.
Ketika materi dipahami dengan mudah, belajar bukan lagi jadi beban, melainkan petualangan yang menyenangkan.
Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sejatinya adalah bentuk nyata dari menyukuri nikmat dari Allah azza wajalla.
Ketika guru memanfaatkan teknologi untuk mempermudah muridnya paham, insyaallah bernilai pahala.
Dengan hadirnya jajaran kepala sekolah, pengawas, guru, ekosistem sekolah kini makin siap mendukung perubahan digital ini.
Harapan besarnya, 370+ peserta yang sudah mengantongi ilmu ini tak berhenti di diri sendiri.
Mereka didorong kuat untuk melakukan pengimbasan, membagikan racikan ilmu LMS dan media interaktif ini kepada rekan-rekan guru lainnya di sekolah maupun di komunitas KKG/MGMP.
Bayangkan kalau ilmu ini terus "ditularkan", akan ada berapa ribu murid di Sulsel dan sekitarnya yang menikmati serunya belajar? Luar biasa!
Barokallohu fiikum.
Makassar, 14 Oktober 2026



Comments
Post a Comment