Posts

Algoritma Medsos Akan Bagus Bila yang Dinonton Selalu Dampak Positif MBG, Kopdes, Sekolah Rakyat

Image
  Oleh: Kusnandar Putra Pernahkah kita berpikir bahwa ketenangan hati juga bisa dipengaruhi oleh apa yang setiap hari kita lihat di media sosial?  Algoritma media sosial memang bekerja dengan mempelajari kebiasaan pengguna, termasuk konten yang sering ditonton, disukai, dan dibagikan.  Karena itu, menarik jika kita membangun kebiasaan digital yang membuat linimasa dipenuhi informasi tentang kebaikan, kemajuan, dan ikhtiar membangun bangsa. Misalnya, informasi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Presiden yang meresmikan berbagai proyek pembangunan.  Berita-berita tersebut dapat menjadi bahan literasi untuk memahami arah kebijakan pemerintah, mengenal program pembangunan, dan melihat berbagai upaya yang dilakukan untuk menjawab persoalan masyarakat. Sayangnya, sebagian orang justru membiarkan linimasa media sosialnya dipenuhi kemarahan, pertengkaran politik, sindiran, dan berita negatif.  Akibatnya, pemeri...

Jangan Suka Marah, Guru!

Image
  Kusnandar Putra Guru adalah sosok yang seharusnya membuat siswa merasa aman untuk belajar.  Di ruang kelas, siswa tidak hanya membutuhkan ilmu, tetapi juga membutuhkan suasana yang nyaman, tenang, dan mendukung mereka untuk bertanya, mencoba, bahkan melakukan kesalahan. Oleh karena itu, menjadi guru yang mudah marah merupakan persoalan yang perlu diperhatikan.  Apalagi jika kemarahan sampai disertai tindakan memukul atau kekerasan fisik.  Hal tersebut bukan sekedar persoalan emosi pada saat itu, tetapi dapat merusak suasana pendidikan. Siswa yang sering dimarahi bisa menjadi takut kepada gurunya. Mereka mungkin memilih diam, enggan bertanya, takut melakukan kesalahan, bahkan kehilangan keberanian untuk menyampaikan pendapat.  Padahal, proses belajar membutuhkan keberanian untuk bertanya dan mencoba. Lebih berbahaya lagi jika kemarahan guru dianggap sebagai cara mendisiplinkan siswa.  Ketegasan memang diperlukan, tetapi ketegasan berbeda dengan kekerasan. ...

Guru, Metode Berkelompok Juga Bagus!

Image
  Kusnandar Putra Hari ini saya mengajar siswa kelas 9 dengan materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Dalam pembelajaran ini, saya menggunakan metode belajar secara berkelompok. Saya sengaja membagi siswa dalam beberapa kelompok agar siswa belajar berkomunikasi, berdiskusi, menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan bekerja sama menyelesaikan masalah. Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya menerima penjelasan dari guru. Mereka diharapkan siswa belajar berkolaborasi, kemudian bersama-sama mencari informasi, mendiskusikan kemungkinan solusi, dan menyampaikan hasil pemikirannya lewat presentasi.  Tentu saya, metode berkelompok harus dibungkus dengan model pembelajaran. Agar bisa lebih maksimal.  Pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati, misalnya, siswa dapat diajak memikirkan persoalan lingkungan di sekitar mereka, mengapa keanekaragaman hayati harus dijaga, apa dampak kerusakan lingkungan, dan apa yang bisa dilakukan manusia untuk menjaga keseimbangan eko...

Timnas Juara, Anda Belum

Image
  Kusnandar Putra Indonesia baru saja menang 4–2 atas Thailand melalui drama adu penalti.  Para pemain telah bertanding, berlari, berjuang, menahan tekanan, hingga akhirnya keluar sebagai pemenang. Yang benar-benar menjadi juara adalah mereka yang turun ke lapangan dan bertanding.  Tetapi ada satu hal yang perlu disadari,  Penonton belum juara. Sebab yang mengangkat trofi adalah mereka yang bertanding. Begitu pula dalam kehidupan. Jangan sampai kita terlalu sibuk merayakan kemenangan orang lain, sementara pertandingan kehidupan kita sendiri belum dimenangkan. Setiap hari, kita punya pertandingan yang jauh lebih penting. Melawan rasa malas. Melawan kebodohan. Melawan kebiasaan buruk. Melawan rasa takut. Melawan keinginan untuk menyerah. Kalau pemain Timnas harus berlatih sebelum bertanding, maka kita pun harus belajar sebelum berharap menjadi orang berilmu. Kalau mereka harus disiplin menjaga fisik, kita harus disiplin menjaga waktu. Kalau mereka mempelajari strategi ...

Tiga Anak Saya, Tidak Bisa Makan

Image
  Kusnandar Putra Seorang ibu berkata tentang Sekolah Rakyat,  “Anak saya, tiga-tiganya (dulu) tidak bisa makan. Anak saya tiga-tiganya (dulu) tidak bisa sekolah, tidak bisa makan, Pak. Akhirnya aku bekerja badut, biar anak saya bisa makan. Keliling ke sana ke mari cari uang, Pak. Buat anak biar makan, biar sekolah. الحمد لله dengan adanya Sekolah Rakyat saya bangga sekali, Pak. Biar anak saya cita-citanya tercapai.” Alhamdulillah, kehadiran Sekolah Rakyat patut didukung. Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar cita-cita. Pendidikan tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang memiliki kemampuan ekonomi. Setiap anak berhak memiliki masa depan. Anak seorang buruh berhak bermimpi menjadi ulama. Anak petani berhak bercita-cita menjadi dokter. Anak pemulung berhak bercita-cita menjadi sarjana. Anak dari keluarga sederhana juga berhak mendapatkan kesempatan untuk mengubah kehidupan keluarganya. Di sin...

Tolong! Jangan Sebarkan Aib Pemerintah di Medsos

Image
  Kusnandar Putra Pemerintah adalah manusia. Ada potensi punya kesalahan.  Pemerintah tetap membutuhkan nasihat. Nasihat bukan berarti kebencian. Justru nasihat yang disampaikan dengan niat yang baik merupakan bagian dari kepedulian agar pemerintahan berjalan lebih baik dan keputusan yang diambil semakin mendekati kemaslahatan masyarakat. Namun, Islam juga mengajarkan adab dalam memberikan nasihat kepada penguasa. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,  مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِي سُلْطَانٍ فَلَا يُبْدِهِ عَلَانِيَةً، وَلٰكِنْ يَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ "Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, janganlah ia menampakkannya secara terang-terangan. Hendaklah ia mengambil tangannya lalu menyendiri bersamanya. Jika penguasa menerima nasihat tersebut, maka itulah yang terbaik. Namun jika ia tidak menerimanya, maka ia telah menunaikan kewajibannya." Pesan penting dari hadis ters...

Alhamdulillah, E-Book Kumpulan Khutbah Jumat Akhirnya Selesai Kemarin

Image
  Kusnandar Putra Alhamdulillah, kemarin saya bersyukur karena akhirnya dapat menyelesaikan sebuah e-book 7 Khutbah Jumat yang Mengubah Hidup, berisi kumpulan 7 khutbah Jumat. E-book ini berasal dari kumpulan khutbah Jumat saya sendiri. Insyaallah, materi yang sudah ada sisa dibaca saja.   Dari pengalaman menyampaikannya di beberapa masjid, alhamdulillah mendapatkan respons yang positif. Karena itu, saya merasa materi tersebut layak untuk dihimpun agar manfaatnya bisa lebih luas. Tentu, menyelesaikan e-book ini tidak semudah yang terlihat. Bagian yang cukup lama justru proses editing. Memeriksa kembali tulisan, memperbaiki kalimat, menata halaman, memilih tampilan, dan memastikan semuanya nyaman dibaca ternyata membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, alhamdulillah, setelah melalui proses tersebut, akhirnya jadi juga. Saya menyadari bahwa e-book ini tentu tidak sempurna. Tetapi saya berharap, dari tulisan-tulisan sederhana ini ada yang bisa membantu seorang khatib mempersi...