Guru Nongkrong Oleh: Kusnandar Putra Di banyak sudut kota dan kabupaten, kita dengan mudah menemukan pemandangan yang sebenarnya terasa janggal, tetapi lama-lama dianggap biasa: sekelompok guru nongkrong berjam-jam di kafe, warkop, atau sudut-sudut keramaian, sementara ceramahnya jauh dari dunia pendidikan. Yang dibicarakan bukan tentang strategi mengajar, perkembangan siswa, atau inovasi pembelajaran, melainkan gosip, politik praktis, candaan kosong, bahkan keluhan tanpa solusi. Fenomena ini bukan soal nongkrongnya, tapi soal apa yang ditinggalkan dan apa yang dibicarakan. Saya berpandangan tegas: guru yang menjadikan nongkrong tidak jelas sebagai kebiasaan, lalu menghabiskan energi pada ceramah yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan, sedang menggerogoti martabat profesinya sendiri. Sikap seperti ini tidak bisa dianggap remeh, karena dampaknya tidak berhenti pada individu, melainkan menjalar ke kualitas pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap guru. Secara faktual, kual...