Posts

Untuk Ayah yang Terus Berjuang

  Oleh: Kusnandar Putra Di balik bukit-pikuk kota dan rutinitas yang berulang, ada sosok yang sering luput dari sorotan: ayah yang setiap hari berangkat bekerja dengan beban pikiran dan harapan besar di pundaknya. Ia jarang mengeluh, jarang bercerita, dan sering menelan lelahnya sendiri. Di tengah tekanan ekonomi, kebutuhan keluarga, dan kesejahteraan hidup, semangat ayah dalam mencari nafkah adalah fondasi tenteram yang menopang banyak rumah tangga di negeri ini. Saya ingin menyampaikan sikap yang jelas: ayah yang terus berjuang mencari nafkah layak dihargai, dikuatkan, dan didoakan. Kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan mereka bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan moral yang menjaga keluarga tetap berdiri. Dalam kondisi apa pun, ayah tidak seharusnya merasa sendiri atau kalah hanya karena hasil yang belum sebanding dengan usaha. Secara faktual, tekanan ekonomi keluarga di Indonesia bukanlah persoalan ringan. Data sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa banyak kepala keluarga yang be...

Ketika Orang Tua Abai pada Keshalihan Anak

  Oleh: Kusnandar Putra Di banyak rumah, kita menyaksikan ironi yang jarang disadari. Orang tua begitu serius memikirkan masa depan anak dalam bidang akademik, keterampilan, dan pekerjaan, tetapi hampir tidak bisa mencapai satu hal mendasar: keshalihan. Anak dipastikan tidak tertinggal pelajaran di sekolah, diberi gawai canggih, dan dimasukkan ke berbagai les, namun jarang ditanya apakah ia mengenal Tuhannya, memahami adab, dan memiliki kompas moral yang jelas. Fenomena ini bukan persoalan kecil, sebab dari rumah tangga lahirlah wajah masyarakat di masa depan. Saya berpandangan tegas: orang tua yang tidak peduli pada keshalihan anak sedang menanamkan nilai krisis yang dampaknya akan dirasakan secara sosial, bahkan nasional. Pendidikan karakter dan spiritual bukanlah pelengkap setelah terpenuhinya kebutuhan materi, melainkan landasan utama yang menentukan arah hidup seorang anak. Ketika fondasi ini rapuh, keberhasilan akademik justru bisa menjadi bumerang. Secara faktual, berbagai p...

Muslim Tidak Boleh Cuek terhadap Dakwah

 Muslim Tidak Boleh Cuek terhadap Dakwah Oleh: Kusnandar Putra Di tengah kehidupan sosial yang kian individualistis, kita sering menyaksikan satu gejala yang mengingatkan: kesalahan terjadi di depan mata, tetapi dibiarkan berlalu begitu saja. Ada kemungkaran kecil yang dianggap sepele, ada penyimpangan yang dinormalisasi, dan ada perilaku keliru yang dibiarkan atas nama “urusan masing-masing”. Dalam konteks masyarakat Muslim, sikap cuek semacam ini bukan sekadar persoalan etika sosial, tetapi menyentuh inti tanggung jawab keimanan. Saya ingin menyatakan sikap secara tegas: Muslim harus peduli pada dakwah, berani menegur ketika ada kesalahan, dan tidak menyatakan cuek. Kepedulian ini bukan berarti merasa paling benar atau gemar menghakimi, melainkan wujud cinta, tanggung jawab sosial, dan kesadaran bahwa iman tidak berhenti di ruang privat. Islam tidak mengajarkan umatnya menjadi penonton pasif atas kerusakan moral di sekitarnya. Secara faktual, fenomena sikap masa bodoh ini semakin...

Guru Nongkrong

 Guru Nongkrong Oleh: Kusnandar Putra Di banyak sudut kota dan kabupaten, kita dengan mudah menemukan pemandangan yang sebenarnya terasa janggal, tetapi lama-lama dianggap biasa: sekelompok guru nongkrong berjam-jam di kafe, warkop, atau sudut-sudut keramaian, sementara ceramahnya jauh dari dunia pendidikan. Yang dibicarakan bukan tentang strategi mengajar, perkembangan siswa, atau inovasi pembelajaran, melainkan gosip, politik praktis, candaan kosong, bahkan keluhan tanpa solusi. Fenomena ini bukan soal nongkrongnya, tapi soal apa yang ditinggalkan dan apa yang dibicarakan. Saya berpandangan tegas: guru yang menjadikan nongkrong tidak jelas sebagai kebiasaan, lalu menghabiskan energi pada ceramah yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan, sedang menggerogoti martabat profesinya sendiri. Sikap seperti ini tidak bisa dianggap remeh, karena dampaknya tidak berhenti pada individu, melainkan menjalar ke kualitas pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap guru. Secara faktual, kual...

Menjaga Marwah Dakwah di Makassar

Image
 Alhamdulillah terbit di Tribun Timur. Klik gambarnya agar lebih jelas. 

Narasi Rapor

Image
Alhamdulillah telah terbit di Koran Fajar. Klik gambarnya agar lebih jelas.