Posts

Kapal Dibuat untuk Menghadapi Ombak

Image
Oleh: Kusnandar Putra Perdana Mentri Pakistan, Benazir Bhutto pernah mengatakan, "The most beautiful moment of a ship is when it is moored at the dock, it is sobeautiful bathed in light. But ships are never made to be moored at the dock, they are made to beat the waves, splitting the ocean." Yang artinya,  "Momen terindah sebuah kapal adalah saat kapal itu ditambatkan di dermaga, begitu indahnya saat bermandikan cahaya. Namun, kapal tidak pernah dibuat untuk ditambatkan di dermaga, melainkan untuk mengalahkan ombak dan membelah lautan." Dalam konteks pendidikan, guru yang menawan hakikatnya bukan hanya sekedar rupawan secara zhohir. Tapi guru yang sesungguhnya yang mampu hadir menghadapi segala realitas dalam dunia pendidikan. Dia mampu memberikan sumbangsih di tengah gelombang persoalan-persoalan dalam dunia pendidikan. Hari ini banyak sekali tantangan guru. Katakanlah ujian dalam mencerdaskan siswa. Yang tadinya dia tidak paham tentang materi, akhirnya dia paham. ...

Tiga Kali Mengulang Bacaan

Oleh: Kusnandar Putra Salah seorang tokoh pernah mengatakan bahwa membaca buku tiga kali pengulangan itu lebih baik daripada membaca tiga jenis buku yang berbeda.  Ini menjadi renungan, apapun profesi kita, baik sebagai seorang pendidik, sebagai seorang pekerja yang juga senang membaca buku, kadangkala apa yang kita baca, itu tidak bertahan lama. Mungkin sekitar satu dua hari masih bisa diingat, tapi ketika sudah melewati hari tersebut ternyata kandungan buku itu hilang.  Apa persoalannya?  Apa yang menjadi akar persoalan?  Bisa jadi hal itu disebabkan oleh pola kita di dalam membaca yang kurang baik. Ada baiknya kita membaca satu buku dengan cara 3 kali pengulangan dan itu biasanya jauh lebih berdampak kepada kehidupan. Kita teringat dengan ulama, bagaimana antusias mereka yang luar biasa di dalam membaca. Al-Muzani (murid Imam asy-Syafi’i) berkata, “Saya membaca kitab ar-Risalah (karya Imam asy-Syafi’i) 500 kali. Dan setiap kali saya selesai membacanya pasti saya m...

140 ribu Siswa Putus Sekolah di Sulsel

  Oleh: Kusnandar Putra Fakta cukup mengejutkan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Iqbal Djamaluddin (2024) sempat menyatakan, "Sekitar 140 ribu orang jumlah anak putus atau tidak sekolah di Sulawesi Selatan (Sulsel) berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dari jumlah itu, sebagian di antaranya banyak berhenti di jenjang SD. Menurut Iqbal, dari total 140 ribu itu, terdapat berbagai klasifikasi terkait anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Mulai anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan, baik SD, SMP, maupun SMA; sempat bersekolah lalu berhenti di tengah jalan; hingga menyelesaikan satu jenjang, tetapi tidak lanjut ke jenjang berikutnya. Kata beliau. Saya mencoba lihat data total siswa yang aktif di Sulsel, kurang lebih 1,7 juta di jenjang SD, SMP, dan SMA. Berarti kalau kita ambil presentase, putus sekolah di angka 8%. Ya Allah, sangat banyak. Bisa kita bayangkan, makna angka ini adalah jika ada 100 siswa yang tamat/...

Lagi-lagi Persoalan Membaca, Ada Apa?

Oleh: Kusnandar Putra Hasil penelitian PISA terbaru menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda Indonesia mengalami "buta huruf" dalam arti fungsional, bukan literal.  Mereka mampu membaca, namun memiliki kemampuan yang sangat terbatas dalam memahami, menganalisis, dan mengolah informasi dari teks bacaan untuk membentuk pandangan atau visi pribadi.  Dengan kata lain, tingkat analisis dan sintesis mereka tergolong rendah. Ini menjadi fenomena yang cukup sedih dan bahaya jika tidak ada jalan keluar.  Bayangkan saja, kemampuan membaca literasi mahasiswa tingkatan awal di Indonesia, itu sama dengan 3 SMP di negara maju. Sekali lagi, bukan membaca dalam konteks suku kata, tapi pada persoalan membaca sebagai suatu analisis informasi, dan menjadikan membaca sebagai jembatan mencapai visi misi kehidupan. Hal ini lalu menjadi tantangan kedepannya. Bayangkan saja, Prof. Bambang Gugiharto memberikan alarm bahwa daya-baca yang rendah itu berakibat fatal. Di antaranya yaitu:  (1) p...

Ragam Pandangan Hidup, Cuma 1 yang Bikin Bahagia

Image
 Oleh: Kusnandar Putra Baru-baru ini saya membaca beberapa perbedaan pandangan hidup orang-orang di dunia. Ada pandangan hidup yang mengganggap bahwa hidup itu untuk mendapat ketenangan batin. Ada pandangan hidup bahwa hidup itu yang penting terhindar dari rasa sakit.  Ada yang menganggap hidup itu yang penting damai.  Ada lagi hidup itu yang penting pengejaran kesenangan. Ada juga hidup itu yang penting aksi nyata. Inilah beberapa pandangan hidup yang tersebar di dunia.  Ketika itu, saya membaca 1 hal yang jauh lebih menarik. Yaitu yang lahir dari pandangan hidup Islam. Yang mana, Islam memandang hidup sebagai jalan *meraih rida Allah*. Ya, ini menarik, karena kalau kita hanya hidup seperti pandangan hidup mainstream seperti di atas tadi, sama saja kita bersandar kepada makhluk dalam berkehidupan. Memandang kebahagiaan itu dari situasional.  Beda dengan Islam. Kita berkehidupan untuk mencari rida Pencipta. Makanya, Allah azza wajalla berfirman, وَرِضْوَانٌ مِنَ...

NIAT YANG BAIK DALAM NIKAH, PENTIIING..

Image
  Oleh: Kusnandar Putra Hari ini, Ahad, saya menghadiri sebuah pernikahan kawan di Kab. Gowa. Kenalan lama di Minasa Upa, Makassar. Terlihat raut wajah yang bahagia melihat kawan satu ini. Saat itu, Ustaz Sanusi Daris hafizhahullah memberikan tausiah pernikahan. Beliau memberikan wejangan agar mempertahankan rumah tangga. Jangan mudah berkata cerai. Saya teringat beberapa bulan lalu. Menjadi saksi pernikahan keluarga di Pengadilan Agama Kab. Gowa. Di sebelah ruangan kami, ternyata ada kasus gugatan cerai dari istri. Yang mirisnya, keluar dari ruangan tersebut, sang istri berteriak, "Kembalikan barang A yang sudah saya belikan." Inilah 2 potret rumah tangga. Ada yang bahagia, dan ada yang diuji. Momentum seperti ini memberikan pelajaran besar bagi siapa pun. Baik yang sudah menikah atau yang bakal menikah. Bahwa pernikahan itu merupakan "ladang ibadah" yang panjang.  Dia amat panjang. Kalau salat, mungkin 10 menit. Puasa 30 hari. Namun, pernikahan itu panjang. Alhamd...

Kekerasan Istri kepada Suami (KDRT Istri)

Image
  Kami ringkas dari Karya Abu Hamzah Abdul Lathif Al Ghamidi --- Dalam konteks rumah tangga, peran suami dan istri memiliki kewajiban yang saling melengkapi. Namun, ada beberapa perilaku istri yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga dan bahkan mendatangkan dosa, diantara KDRT istri kepada suami:  1. Mengingkari Keutamaan dan Kebaikan Suami Istri yang mengingkari jerih payah suami dan tidak mensyukuri apa yang telah diberikan suaminya termasuk dalam golongan yang Allah murkai.  Dalam Hadis Al-Bazzar, Nabi shalallahu alayhi wasallam bersabda,  "Allah tidak melihat istri yang tidak bersyukur kepada suaminya." Dalam Hadits lain, Nabi shalallahu alayhi wasallam bersabda, "Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(T...