Kebaikan Satu Menit, Mengubah Hidup

 


Kusnandar Putra


Sering kali kita berpikir bahwa untuk berdampak bagi orang lain, kita butuh waktu luang yang banyak, harta yang melimpah, atau kedudukan yang tinggi. 


Padahal, kebaikan itu sering kali hanya butuh waktu satu menit. Ya, cuma enam puluh detik untuk mengubah hari seseorang, atau bahkan mengubah arah hidupnya.



Mari kita ingat kisah Dlimad al Azdi radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah seorang ahli pengobatan dari kabilah Azd Shanu’ah yang datang ke Makkah. 


Saat itu, orang-orang Quraisy menyebarkan berita bohong bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang gila.


 Dlimad yang merasa ahli mengobati penyakit kejiwaan pun berniat menyembuhkan beliau.


Namun, apa yang terjadi saat mereka bertemu? 


Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tidak membalas tuduhan itu dengan kemarahan. Beliau hanya mengucapkan pembukaan khutbah yang sangat masyhur, Innal hamda lillahi, nahmaduhu wa nasta’inuhu... dan seterusnya.


Hanya mendengar kalimat pembuka yang singkat itu, Dlimad tertegun. Beliau meminta Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengulanginya sampai tiga kali. 


Dlimad kemudian berkata, "Saya telah mendengar ucapan para dukun, penyihir, dan penyair, tetapi saya belum pernah mendengar kalimat sehebat ini. Kalimat ini telah mencapai kedalaman samudera."


Detik itu juga, Dlimad masuk Islam. Sebuah hidayah besar datang melalui lisan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam waktu yang sangat singkat. 


Pelajaran besarnya adalah jangan pernah meremehkan dampak dari waktu yang sebentar jika itu digunakan untuk kebaikan. Bersegera berdampak. 


Bagaimana caranya agar waktu satu menit kita menjadi berkah? 


Berikut adalah panduan teknis yang bisa kita praktikkan hari ini juga:


1. Bersegera


Jika melihat ada kerikil di tengah jalan, jangan tunggu nanti. Berhenti sejenak, singkirkan. Jika melihat rekan kerja kesulitan membawa tumpukan berkas, tawarkan bantuan tangan. 


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan kita bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan adalah bagian dari iman. Ini adalah amal yang hanya butuh hitungan detik namun bernilai tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.


2. Berikan Nasehat


Ingat, nasehat tidak harus selalu berupa ceramah di atas mimbar. Satu menit bisa kita gunakan untuk mengirim pesan singkat kepada teman yang sedang sakit,


"La ba sa thohurun insyaallah."


Atau sekadar berbisik kepada anak kita, "Ayah bangga padamu."


Kata-kata yang tepat di waktu yang tepat adalah obat bagi jiwa yang lelah.


3. Senyum dan Sapaan


Pernahkah Anda merasa sangat dihargai hanya karena seseorang menyapa nama Anda dengan ramah? 


Sapaan assalamu'alaikum yang diikuti senyuman tulus adalah sedekah. Jangan tunggu waktu luang untuk bersedekah, karena senyuman hanya butuh satu menit, bahkan kurang.


 Maka, jadilah pribadi berbagi manfaat. Jangan biarkan satu menit berlalu tanpa ada satu orang pun yang merasa terbantu oleh keberadaan kita.


Segala bentuk kebaikan yang kita segerakan adalah ladang amal. Semakin lama kita menunda sebuah kebaikan, biasanya godaan setan akan semakin kuat untuk membatalkannya atau menyisipkan riya di dalamnya.


 Segerakanlah, agar keikhlasan tetap terjaga di dalam dada.


Barokallohu fiikum.


Gowa, 21 Agustus 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Ke Mana Perginya Anak Pesantren?

KESOMBONGAN PEROKOK SAAT BERKENDARA