Posts

Showing posts from August, 2026

Terjebak Info MBG dan Kopdes

Image
  Kusnandar Putra Bayangkan di warung kopi seseorang menunjukkan layar ponselnya kepada rekan di sebelahnya, lalu dalam sekejap, lima orang di sekitarnya tiba-tiba menghujat pemerintah.   Padahal, video yang mereka tonton hanya berdurasi lima belas detik, dipotong di bagian paling kontroversial, dan diberi narasi negatif kepada pemerintah.  Bayangkan, sebuah informasi untuk merusak ketenangan batin seseorang dan mengubahnya menjadi kebencian yang besar.  Kita lebih cepat percaya daripada skeptis. Apakah ini benar? Siapa yang membuat konten ini? Apa tujuannya? Islam telah memberikan panduan yang sangat elegan mengenai hal ini ribuan tahun yang lalu.  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah lama mengingatkan kita tentang bahaya lisan dan berita bohong.  Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau bersabda bahwa cukuplah seseorang dikatakan pendusta apabila ia menceritakan setiap apa yang ia dengar. Ambillah contoh yang sedang han...

Guru Dengarkan Ini: Siapkan Pewaris Nabi di Bangku SMA

Image
  Kusnandar Putra Pernahkah Anda merasa aneh melihat sebuah pesantren atau sekolah Islam yang ribuan santrinya, namun saat ditanya mau mengambil jurusan apa saat kuliah? Mereka pilih "jurusan" umum. Bukan "jurusan" agama.  Jika semua anak terbaik kita lari ke arah umum, lalu siapa yang akan menjaga agama ini? Kita sering terjebak pada narasi bahwa sukses itu adalah ketika murid kita memakai toga di jurusan umum.  Padahal, tugas utama pendidikan Islam adalah mencetak kader yang menyambung perjuangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.  Kita membutuhkan ahli tafsir, pakar fiqih, dan pakar aqidah yang membentengi aqidah umat dari serangan berpikir liberal. Ingatkah kita pada doa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu?  Beliau tidak mendoakan Ibnu Abbas menjadi birokrat yang paling berkuasa, melainkan berdoa,  “Allahumma faqqihhu fiddin wa ‘allimhut ta’wil.”  Ya Allah, faqihkanlah dia dalam urusan agama dan ajark...

Jamaah: Saya Suka Cara Ustaz Menyampaikan Khutbah

Image
  Kusnandar Putra Waktu selesai salat Jumat kemarin (28/8), seorang jamaah menyapa saya. Beliau memberikan tanggapan positif atas khutbah yang baru saja saya sampaikan. Beliau mengatakan kira-kira seperti ini, "Saya suka cara ustadz membawakan khutbah." Tidak berhenti di situ, dia bahkan memastikan nomor HP saya, disimpan pengurus masjid. Alhamdulillah, momen itu membuat saya bersyukur. Mungkin inilah yang disebut sebagai buah dari ilmu Public Speaking untuk Khatib Jumat. Alhamdulillah sudah beberap kali kami dapat respon yang baik seperti ini. Bagi seorang khatib, kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar teknik biasa, tapi memang ada ilmunya. Pernahkah kita membayangkan bagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saat berkhutbah? Dalam sebuah kisah yang disampaikan oleh sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, sebagaimana terekam dalam Hadis Riwayat Muslim, dikisahkan bahwa apabila Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah, kedua m...

Tren Ikut-ikutan Ngopi

Image
  Kusnandar Putra Pernahkah Anda berdiri di tengah antrean panjang sebuah kedai kopi, kaki mulai pegal, tapi Anda tetap bertahan hanya karena viral orang pesan kopi tersebut di media sosial?  Kita hidup di era tiga detik. Tiga detik melihat layar, lalu tiga detik kemudian kita merasa harus memiliki apa yang orang lain punya.  Fenomena ini membuat kita seringkali lupa bertanya pada diri sendiri, “Saya ini butuh, atau ikut-ikutan?” Jangan mau sekadar ikut-ikutan. Saat dunia sedang ramai berburu kopi, Anda tidak harus berlari ikut jika sebenarnya Anda sedang membutuhkan air putih untuk kesehatan.  Menjadi berbeda karena memiliki prinsip bukan berarti aneh, melainkan suatu bentuk kemandirian berpikir yang sudah mulai langka di zaman sekarang. Anda harus memiliki pendirian yang kokoh. Jika orang-orang melakukan kebaikan, kami dukung dan ikuti. Namun, jika orang-orang terjebak dalam kesia-siaan atau pemborosan hanya demi gengsi, jangan ikut-ikutan.  Ingat, seorang muk...

Retorika di Masyarakar dan Pendengar Budiman

Image
  Kusnandar Putra Pernahkah Anda duduk bersama teman, mendengar yang salah sedang dibicarakan, namun Anda memilih diam?  Atau barangkali, Anda sering terjebak dalam obrolan penuh ghibah dan keluhan, lalu tetap bertahan di sana? Banyak orang mengira bahwa menjadi orang baik berarti menjadi pendengar budiman bagi siapa saja. Padahal, diam yang tidak pada tempatnya adalah sebuah kerugian, dan mendengar tanpa saringan adalah racun kognitif.  Kita membutuhkan lebih dari sekedar kemampuan bersuara, kita membutuhkan retorika yang menggerakkan dan keberanian untuk meninggalkan percakapan yang sia-sia. Coba tengok bagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengubah wajah peradaban dunia.  Beliau diberikan keistimewaan berupa jawamiul kalim, yakni untaian kata yang ringkas namun sarat makna dan sangat dalam pengaruhnya.  Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kita dalam Al Quran untuk berbicara dengan qaulan baligha, yaitu kata yang membekas pada jiwa. Ingat kisa...

Ada Guru Pelit

Image
  Kusnandar Putra Pernahkah Anda melihat seorang guru yang pelit?  Yang jika ada kelebihan rezekinya, dia tidak mau berbagi?  Sungguh sebuah ironi. Kita, para pendidik. Namun, bagaimana mungkin kita bisa membangun peradaban yang dermawan jika di ruang kantor kita sendiri masih memelihara mentalitas pelit? Mari kita menengok sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan mengenai amalan Islam yang paling baik.  Beliau menjawab, "Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal." Dahulu, para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menunjukkan standar kedermawanan yang melampaui logika. Ingatkah kita pada kisah kaum Ansar yang radhiyallahu 'anhum?  Allah subhanahu wa ta'ala memuji mereka dalam Al-Quran karena mereka mendahulukan kepentingan orang lain meskipun mereka sendiri sedang dalam kesulitan.  Mereka tidak memiliki mentalitas maunya di...

Meneladani Rasulullah dalam Mendidik (5 Cara Rasululah Membersamai Sahabatnya)

Image
  Kusnandar Putra Di meja guru kadang terlihat tumpukan buku tugas siswa yang belum terkoreksi. Sang guru menghela napas panjang lalu sambil merenung, "Mengapa mendidik anak-anak zaman sekarang rasanya menguras energi?" Pernahkah Bapak dan Ibu guru merasakan hal ini?  Merasa bahwa teknik pedagogi mutakhir seolah kehilangan taringnya saat berhadapan dengan realita di lapangan?  Pernahkah kita mencontoh bagaimana Rasulullah mendidik para sahabatnya?  Ada beberapa metode pengajaran Rasulullah yang bisa kita contoh sebagai guru.  1. Mencintai Murid Kadang ada guru yang tidak mencintai murid. Dia bahkan membenci muridnya.  Coba perhatikan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Mu'adz, « يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ ». فَقَالَ « أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ » “Wahai Mu'adz, demi Allah, sungguh aku mencintaimu....