Posts

Showing posts from August, 2026

Jangan Biarkan Gorengan Hangus di Atas Wajan

Image
  Kusnandar Putra Pernahkah Anda membayangkan bahwa sepiring bakwan yang renyah namun berwarna hitam pekat di pinggirnya adalah sebuah bahaya?  Gorengan yang digoreng sampai gosong bukan sekadar soal rasa pahit, melainkan sel tubuh yang dipertaruhkan. Islam sangat menekankan aspek thoyyib atau kualitas kebaikan dalam makanan, melampaui sekedar status halal.  Mengapa gorengan gosong begitu berbahaya?  Secara sains, proses penggorengan dengan suhu tinggi yang berlebihan hingga membuat makanan menghitam memicu terbentuknya senyawa akrilamida. Zat ini bersifat karsinogenik yang dapat merusak struktur DNA dalam sel manusia.  Bayangkan, makanan yang seharusnya menjadi energi justru berubah menjadi perusak kode genetik yang memicu kanker.  Bukankah tubuh ini amanah dari Allah subhanahu wa ta'ala yang harus kita jaga pertanggungjawabannya? Ingat siapa mereka yang kita beri makan? Mereka amanah. Suami yang bekerja keras dan anak-anak yang sedang tumbuh membutuhkan a...

Ruang Guru

Image
Kusnandar Putra Kadang-kadang ruang guru dijadikan diskusi bisnis atau ajang komentator kehidupan orang lain selain "arsitek peradaban".  Kita sibuk dengan hal-hal yang tidak menyentuh akar pendidikan, padahal di tangan kitalah wajah masa depan itu sedang diukir. Ingatkah kita bagaimana Rasulullah ﷺ membina para sahabat di Suffah atau di rumah Arqam bin Abi Arqam? Setiap detik pertemuan adalah transfer nilai. Tidak ada kata-kata yang sia-sia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda,  “Di antara tanda baik keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi). Bayangkan jika spirit hadis ini dibawa ke ruang guru. Jika setiap diskusi di sela jam mengajar adalah upaya tashfiyah (pemurnian) niat atau tarbiyah (pendidikan) diri, betapa berkahnya sekolah kita.  Para sahabat Nabi, seperti Abu Hurairah atau Ibnu Abbas, tidak pernah berkumpul kecuali untuk saling bercerita hal hal kecintaan kepada Alla...

Dai Harus Menulis

Image
  Kusnandar Putra Apakah dakwah bisa dari menulis?  Sejarah peradaban Islam justru juga dibangun oleh para dai dan ulama yang menjadikan pena sebagai ikhtiar perubahan.  Lihatlah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah. Beliau produktif dalam kondisi paling sulit sekalipun. Sebagian besar karyanya justru lahir dari balik penjara. Melalui Majmu' al-Fatawa, ia tidak hanya menjawab persoalan zamannya, tetapi meletakkan kerangka berpikir tauhid, ushul fiqih, tafsir, dan hadis yang terus dikaji hingga hari ini. Dakwahnya tidak bergantung pada ruang dan waktu, karena ia menulis. Demikian pula Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah perjuangannya terletak pada lisan dan tulisan. Kitab at-Tauhid bukan sekedar buku kecil, melainkan memutar akidah dengan argumentasi Al-Qur'an dan Sunnah yang sistematis. Ia sadar bahwa pendidikan tauhid harus ditulis agar dapat dipelajari dan diwariskan. Imam an-Nawawi rohimahullah meninggalkan jejak literasi yang sangat banyak. Riyadhus Sha...