Posts

140 ribu Siswa Putus Sekolah di Sulsel

  Oleh: Kusnandar Putra Fakta cukup mengejutkan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Iqbal Djamaluddin (2024) sempat menyatakan, "Sekitar 140 ribu orang jumlah anak putus atau tidak sekolah di Sulawesi Selatan (Sulsel) berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dari jumlah itu, sebagian di antaranya banyak berhenti di jenjang SD. Menurut Iqbal, dari total 140 ribu itu, terdapat berbagai klasifikasi terkait anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Mulai anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan, baik SD, SMP, maupun SMA; sempat bersekolah lalu berhenti di tengah jalan; hingga menyelesaikan satu jenjang, tetapi tidak lanjut ke jenjang berikutnya. Kata beliau. Saya mencoba lihat data total siswa yang aktif di Sulsel, kurang lebih 1,7 juta di jenjang SD, SMP, dan SMA. Berarti kalau kita ambil presentase, putus sekolah di angka 8%. Ya Allah, sangat banyak. Bisa kita bayangkan, makna angka ini adalah jika ada 100 siswa yang tamat/...

Lagi-lagi Persoalan Membaca, Ada Apa?

Oleh: Kusnandar Putra Hasil penelitian PISA terbaru menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda Indonesia mengalami "buta huruf" dalam arti fungsional, bukan literal.  Mereka mampu membaca, namun memiliki kemampuan yang sangat terbatas dalam memahami, menganalisis, dan mengolah informasi dari teks bacaan untuk membentuk pandangan atau visi pribadi.  Dengan kata lain, tingkat analisis dan sintesis mereka tergolong rendah. Ini menjadi fenomena yang cukup sedih dan bahaya jika tidak ada jalan keluar.  Bayangkan saja, kemampuan membaca literasi mahasiswa tingkatan awal di Indonesia, itu sama dengan 3 SMP di negara maju. Sekali lagi, bukan membaca dalam konteks suku kata, tapi pada persoalan membaca sebagai suatu analisis informasi, dan menjadikan membaca sebagai jembatan mencapai visi misi kehidupan. Hal ini lalu menjadi tantangan kedepannya. Bayangkan saja, Prof. Bambang Gugiharto memberikan alarm bahwa daya-baca yang rendah itu berakibat fatal. Di antaranya yaitu:  (1) p...

Ragam Pandangan Hidup, Cuma 1 yang Bikin Bahagia

Image
 Oleh: Kusnandar Putra Baru-baru ini saya membaca beberapa perbedaan pandangan hidup orang-orang di dunia. Ada pandangan hidup yang mengganggap bahwa hidup itu untuk mendapat ketenangan batin. Ada pandangan hidup bahwa hidup itu yang penting terhindar dari rasa sakit.  Ada yang menganggap hidup itu yang penting damai.  Ada lagi hidup itu yang penting pengejaran kesenangan. Ada juga hidup itu yang penting aksi nyata. Inilah beberapa pandangan hidup yang tersebar di dunia.  Ketika itu, saya membaca 1 hal yang jauh lebih menarik. Yaitu yang lahir dari pandangan hidup Islam. Yang mana, Islam memandang hidup sebagai jalan *meraih rida Allah*. Ya, ini menarik, karena kalau kita hanya hidup seperti pandangan hidup mainstream seperti di atas tadi, sama saja kita bersandar kepada makhluk dalam berkehidupan. Memandang kebahagiaan itu dari situasional.  Beda dengan Islam. Kita berkehidupan untuk mencari rida Pencipta. Makanya, Allah azza wajalla berfirman, وَرِضْوَانٌ مِنَ...

NIAT YANG BAIK DALAM NIKAH, PENTIIING..

Image
  Oleh: Kusnandar Putra Hari ini, Ahad, saya menghadiri sebuah pernikahan kawan di Kab. Gowa. Kenalan lama di Minasa Upa, Makassar. Terlihat raut wajah yang bahagia melihat kawan satu ini. Saat itu, Ustaz Sanusi Daris hafizhahullah memberikan tausiah pernikahan. Beliau memberikan wejangan agar mempertahankan rumah tangga. Jangan mudah berkata cerai. Saya teringat beberapa bulan lalu. Menjadi saksi pernikahan keluarga di Pengadilan Agama Kab. Gowa. Di sebelah ruangan kami, ternyata ada kasus gugatan cerai dari istri. Yang mirisnya, keluar dari ruangan tersebut, sang istri berteriak, "Kembalikan barang A yang sudah saya belikan." Inilah 2 potret rumah tangga. Ada yang bahagia, dan ada yang diuji. Momentum seperti ini memberikan pelajaran besar bagi siapa pun. Baik yang sudah menikah atau yang bakal menikah. Bahwa pernikahan itu merupakan "ladang ibadah" yang panjang.  Dia amat panjang. Kalau salat, mungkin 10 menit. Puasa 30 hari. Namun, pernikahan itu panjang. Alhamd...

Kekerasan Istri kepada Suami (KDRT Istri)

Image
  Kami ringkas dari Karya Abu Hamzah Abdul Lathif Al Ghamidi --- Dalam konteks rumah tangga, peran suami dan istri memiliki kewajiban yang saling melengkapi. Namun, ada beberapa perilaku istri yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga dan bahkan mendatangkan dosa, diantara KDRT istri kepada suami:  1. Mengingkari Keutamaan dan Kebaikan Suami Istri yang mengingkari jerih payah suami dan tidak mensyukuri apa yang telah diberikan suaminya termasuk dalam golongan yang Allah murkai.  Dalam Hadis Al-Bazzar, Nabi shalallahu alayhi wasallam bersabda,  "Allah tidak melihat istri yang tidak bersyukur kepada suaminya." Dalam Hadits lain, Nabi shalallahu alayhi wasallam bersabda, "Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(T...

Kakek 102 Tahun Semangat Belajar

Image
  Oleh: Kusnandar Putra Senin, 7 Oktober 2024, di ruang guru, ada dialog menarik bersama seorang guru. Beliau menceritakan ketika berada di kampung. Saat beliau di kampung, beliau menyambung tali silaturahim dengan keluarganya. Salah satunya kepada kakek beliau. Usia kakeknya 102 tahun yang saat itu sedang dipasangkan kateter. Tapi alhamdulillah masih bisa diajak komunikasi. Sebagai cucu, beliau menanyakan lebih awal kondisi solatnya. "Kakek, gimana selama ini solatnya?" "Itumi, Nak, gimana itu saya solat sementara ada kateter ini dipasang," sang kakek juga bingung. "Tetapki saja solat, Kakek. Tidak papa itu," beliau menjelaskan secara syar'i karena memang kondisinya tidak memungkinkan tanpa kateter.  Lanjut.. Sang kakek masih bertanya seputar solat. "Nak, kalau tidak bisa ka wudu pakai air, bagaimana?" "Tayamum, Kakek," sambil beliau kasih tutorial tayamum. "Kalau misalkan saya tidak bisa berdiri solat?"  "Kalau tida...

(Part 4) Cara Mendampingi Anak SMA Agar Sukses di Masa Depan yang Jarang Diketahui

Image
  Oleh: Kusnandar Putra, S.Pd., M.Sos. Untuk menjadikan anak SMA berhasil di masa depannya, selanjutnya adalah: 12. Anak SMA Wajib Berbakti kepada Orang Tua Dalam surat al-Israa’ ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman: وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا  “Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak." (QS. Al Isra: 23) Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersaba:  رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR. Bukhari) Kalau Ibu dan Bapak telah Rida terhadap anak, insyaallah itu adalah jalan kesuksesan buat anak.  Olehnya itu seorang anak harus berupaya membahagiakan orang tua.  Namun pertanyaannya bagaimana cara melatih anak agar berbakti kepada orang tua? a. Orang tua hendaknya menyamp...