Posts

Showing posts from October, 2026

Algoritma Medsos Akan Bagus Bila yang Dinonton Selalu Dampak Positif MBG, Kopdes, Sekolah Rakyat

Image
  Oleh: Kusnandar Putra Pernahkah kita berpikir bahwa ketenangan hati juga bisa dipengaruhi oleh apa yang setiap hari kita lihat di media sosial?  Algoritma media sosial memang bekerja dengan mempelajari kebiasaan pengguna, termasuk konten yang sering ditonton, disukai, dan dibagikan.  Karena itu, menarik jika kita membangun kebiasaan digital yang membuat linimasa dipenuhi informasi tentang kebaikan, kemajuan, dan ikhtiar membangun bangsa. Misalnya, informasi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Presiden yang meresmikan berbagai proyek pembangunan.  Berita-berita tersebut dapat menjadi bahan literasi untuk memahami arah kebijakan pemerintah, mengenal program pembangunan, dan melihat berbagai upaya yang dilakukan untuk menjawab persoalan masyarakat. Sayangnya, sebagian orang justru membiarkan linimasa media sosialnya dipenuhi kemarahan, pertengkaran politik, sindiran, dan berita negatif.  Akibatnya, pemeri...

Jangan Suka Marah, Guru!

Image
  Kusnandar Putra Guru adalah sosok yang seharusnya membuat siswa merasa aman untuk belajar.  Di ruang kelas, siswa tidak hanya membutuhkan ilmu, tetapi juga membutuhkan suasana yang nyaman, tenang, dan mendukung mereka untuk bertanya, mencoba, bahkan melakukan kesalahan. Oleh karena itu, menjadi guru yang mudah marah merupakan persoalan yang perlu diperhatikan.  Apalagi jika kemarahan sampai disertai tindakan memukul atau kekerasan fisik.  Hal tersebut bukan sekedar persoalan emosi pada saat itu, tetapi dapat merusak suasana pendidikan. Siswa yang sering dimarahi bisa menjadi takut kepada gurunya. Mereka mungkin memilih diam, enggan bertanya, takut melakukan kesalahan, bahkan kehilangan keberanian untuk menyampaikan pendapat.  Padahal, proses belajar membutuhkan keberanian untuk bertanya dan mencoba. Lebih berbahaya lagi jika kemarahan guru dianggap sebagai cara mendisiplinkan siswa.  Ketegasan memang diperlukan, tetapi ketegasan berbeda dengan kekerasan. ...

Guru, Metode Berkelompok Juga Bagus!

Image
  Kusnandar Putra Hari ini saya mengajar siswa kelas 9 dengan materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Dalam pembelajaran ini, saya menggunakan metode belajar secara berkelompok. Saya sengaja membagi siswa dalam beberapa kelompok agar siswa belajar berkomunikasi, berdiskusi, menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan bekerja sama menyelesaikan masalah. Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya menerima penjelasan dari guru. Mereka diharapkan siswa belajar berkolaborasi, kemudian bersama-sama mencari informasi, mendiskusikan kemungkinan solusi, dan menyampaikan hasil pemikirannya lewat presentasi.  Tentu saya, metode berkelompok harus dibungkus dengan model pembelajaran. Agar bisa lebih maksimal.  Pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati, misalnya, siswa dapat diajak memikirkan persoalan lingkungan di sekitar mereka, mengapa keanekaragaman hayati harus dijaga, apa dampak kerusakan lingkungan, dan apa yang bisa dilakukan manusia untuk menjaga keseimbangan eko...

Timnas Juara, Anda Belum

Image
  Kusnandar Putra Indonesia baru saja menang 4–2 atas Thailand melalui drama adu penalti.  Para pemain telah bertanding, berlari, berjuang, menahan tekanan, hingga akhirnya keluar sebagai pemenang. Yang benar-benar menjadi juara adalah mereka yang turun ke lapangan dan bertanding.  Tetapi ada satu hal yang perlu disadari,  Penonton belum juara. Sebab yang mengangkat trofi adalah mereka yang bertanding. Begitu pula dalam kehidupan. Jangan sampai kita terlalu sibuk merayakan kemenangan orang lain, sementara pertandingan kehidupan kita sendiri belum dimenangkan. Setiap hari, kita punya pertandingan yang jauh lebih penting. Melawan rasa malas. Melawan kebodohan. Melawan kebiasaan buruk. Melawan rasa takut. Melawan keinginan untuk menyerah. Kalau pemain Timnas harus berlatih sebelum bertanding, maka kita pun harus belajar sebelum berharap menjadi orang berilmu. Kalau mereka harus disiplin menjaga fisik, kita harus disiplin menjaga waktu. Kalau mereka mempelajari strategi ...

Tiga Anak Saya, Tidak Bisa Makan

Image
  Kusnandar Putra Seorang ibu berkata tentang Sekolah Rakyat,  “Anak saya, tiga-tiganya (dulu) tidak bisa makan. Anak saya tiga-tiganya (dulu) tidak bisa sekolah, tidak bisa makan, Pak. Akhirnya aku bekerja badut, biar anak saya bisa makan. Keliling ke sana ke mari cari uang, Pak. Buat anak biar makan, biar sekolah. الحمد لله dengan adanya Sekolah Rakyat saya bangga sekali, Pak. Biar anak saya cita-citanya tercapai.” Alhamdulillah, kehadiran Sekolah Rakyat patut didukung. Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar cita-cita. Pendidikan tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang memiliki kemampuan ekonomi. Setiap anak berhak memiliki masa depan. Anak seorang buruh berhak bermimpi menjadi ulama. Anak petani berhak bercita-cita menjadi dokter. Anak pemulung berhak bercita-cita menjadi sarjana. Anak dari keluarga sederhana juga berhak mendapatkan kesempatan untuk mengubah kehidupan keluarganya. Di sin...

Tolong! Jangan Sebarkan Aib Pemerintah di Medsos

Image
  Kusnandar Putra Pemerintah adalah manusia. Ada potensi punya kesalahan.  Pemerintah tetap membutuhkan nasihat. Nasihat bukan berarti kebencian. Justru nasihat yang disampaikan dengan niat yang baik merupakan bagian dari kepedulian agar pemerintahan berjalan lebih baik dan keputusan yang diambil semakin mendekati kemaslahatan masyarakat. Namun, Islam juga mengajarkan adab dalam memberikan nasihat kepada penguasa. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,  مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِي سُلْطَانٍ فَلَا يُبْدِهِ عَلَانِيَةً، وَلٰكِنْ يَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ "Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, janganlah ia menampakkannya secara terang-terangan. Hendaklah ia mengambil tangannya lalu menyendiri bersamanya. Jika penguasa menerima nasihat tersebut, maka itulah yang terbaik. Namun jika ia tidak menerimanya, maka ia telah menunaikan kewajibannya." Pesan penting dari hadis ters...

Alhamdulillah, E-Book Kumpulan Khutbah Jumat Akhirnya Selesai Kemarin

Image
  Kusnandar Putra Alhamdulillah, kemarin saya bersyukur karena akhirnya dapat menyelesaikan sebuah e-book 7 Khutbah Jumat yang Mengubah Hidup, berisi kumpulan 7 khutbah Jumat. E-book ini berasal dari kumpulan khutbah Jumat saya sendiri. Insyaallah, materi yang sudah ada sisa dibaca saja.   Dari pengalaman menyampaikannya di beberapa masjid, alhamdulillah mendapatkan respons yang positif. Karena itu, saya merasa materi tersebut layak untuk dihimpun agar manfaatnya bisa lebih luas. Tentu, menyelesaikan e-book ini tidak semudah yang terlihat. Bagian yang cukup lama justru proses editing. Memeriksa kembali tulisan, memperbaiki kalimat, menata halaman, memilih tampilan, dan memastikan semuanya nyaman dibaca ternyata membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, alhamdulillah, setelah melalui proses tersebut, akhirnya jadi juga. Saya menyadari bahwa e-book ini tentu tidak sempurna. Tetapi saya berharap, dari tulisan-tulisan sederhana ini ada yang bisa membantu seorang khatib mempersi...

Saat Istri Minta Rumah (Lagi!)

Image
  Kusnandar Putra Kemarin istri mengirimkan sebuah foto rumah.  Di depannya terpampang tulisan “Rumah Ini Dijual.” Ia kemudian mengirim pesan kepada saya, meminta dibelikan rumah tersebut. Saya menjawab singkat: “Harga berapa, sayang? Insyaallah. Berdoa, sayang. Mau ka juga beli motor Harley ini.” Sebenarnya, kami sudah memiliki rumah. Kalau Allah memberikan rezeki, mungkin bisa menjadi aset kedua. Di sisi lain, saya juga punya keinginan untuk membeli sebuah motor Harley. Dua-duanya sama-sama keinginan. Dari percakapan sederhana itu, ada satu hal yang ingin saya tanamkan dalam keluarga, jangan mengatakan “mustahil”. Kalau menginginkan sesuatu, sampaikan saja. Minta kepada Allah. Berdoalah. Allah berfirman, artinya,  “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu.” (Surah Ghafir: 60) Maka ketika istri mengatakan ingin memiliki rumah, saya tidak ingin langsung menjawab, “Tidak mungkin,” "Banyak kebutuhan lain." Begitu juga ketika saya mempunyai keinginan membeli mo...

“Sudah Siap Dihisab?” (Khutbah Jumat Tadi)

Image
  Kusnandar Putra Khutbah Pertama إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا. يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما، أما بعد. Hadirin, jamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah.  Kita hentikan sejenak pikiran kita tentang dunia. Kita hentikan sejenak pikiran kita tentang kesibukan, pekerjaan kita, menuju kepada kesibukan tentang perjalanan yang panjang kita menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.  Sekali-sekali hendaklah kita merenung, apakah usia yang Allah titipkan kepada kita sudah menjadi bekal untuk berjumpa kepad...

Ikan Kering Mairo 2 Ekor, Tapi Bisa Kenyang

Image
  Kusnandar Putra Dulu, waktu masih SD, pernah suatu hari ibu pergi karena ada urusan. Saya tinggal sendiri di rumah. Tidak banyak makanan yang tersedia. Yang tersisa hanya ikan kering mairo, mungkin dua atau tiga ekor. Bagi anak kecil, tentu itu bukan makanan yang istimewa. Tidak ada lauk yang beraneka ragam, tidak ada makanan yang bisa dipilih sesuai keinginan. Tapi saat itu, saya tetap bisa makan dengan lahap. Ikan kering itu saya potong kecil-kecil. Satu potongan dimakan dengan nasi, kemudian potongan berikutnya. Begitu seterusnya. Sederhana, tapi ternyata bisa membuat kenyang. Alhamdulillah. Pengalaman kecil itu mengajarkan satu hal, terkadang yang dibutuhkan bukan makanan yang sempurna, tetapi strategi untuk menikmati apa yang ada. Hari ini, bisa saja tidak mau makan kalau bukan makanan mewan. Ingin lauk yang ini, bukan mau yang itu.  Kalau tidak ada makanan kesukaan, merasa makanannya tidak enak. Padahal, bisa jadi di hadapan kita sudah ada rezeki yang cukup. Islam meng...

Anak-Anak Jangan Sampai Tidak Suka Makan Ikan

Image
  Kusnandar Putra Pagi ini (1/10) saya sampaikan ke siswa SMP agar mereka suka makan ikan. Karena ada fenomena, ada anak yang tidak suka makan ikan.  Ingat!  Ikan itu enak, mudah ditemukan, dan paling penting, memiliki banyak kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Jangan sampai makanan sehari-hari hanya berkutat pada mi instan dan telur. Telur memang bergizi, mi instan boleh saja sesekali, tetapi tubuh membutuhkan makanan yang beragam.  Ada nasi, sayur, buah, telur, daging, dan tentu saja ikan. Ikan bisa diolah menjadi berbagai macam menu. Bisa digoreng, dibakar, dipindang, dimasak kuah, atau diolah menjadi makanan yang lebih disukai anak-anak.  Jadi, jika tidak menyukai satu jenis ikan, bukan berarti harus membenci semua ikan. Dalam Islam, makanan bukan sekadar urusan kenyang. Allah azza wajalla berfirman, artinya,  “Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.” (Surah Al-Baqarah: 172) Ayat ini mengajarkan bah...