Guru, Metode Berkelompok Juga Bagus!

 


Kusnandar Putra


Hari ini saya mengajar siswa kelas 9 dengan materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Dalam pembelajaran ini, saya menggunakan metode belajar secara berkelompok.


Saya sengaja membagi siswa dalam beberapa kelompok agar siswa belajar berkomunikasi, berdiskusi, menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan bekerja sama menyelesaikan masalah.


Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya menerima penjelasan dari guru. Mereka diharapkan siswa belajar berkolaborasi, kemudian bersama-sama mencari informasi, mendiskusikan kemungkinan solusi, dan menyampaikan hasil pemikirannya lewat presentasi. 


Tentu saya, metode berkelompok harus dibungkus dengan model pembelajaran. Agar bisa lebih maksimal. 


Pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati, misalnya, siswa dapat diajak memikirkan persoalan lingkungan di sekitar mereka, mengapa keanekaragaman hayati harus dijaga, apa dampak kerusakan lingkungan, dan apa yang bisa dilakukan manusia untuk menjaga keseimbangan ekosistem.


Menariknya, budaya berkelompok sudah ada di masa Islam. 


Dalam sirah, Rasulullah ﷺ tidak mendidik para sahabat hanya dengan cara individual. Para sahabat tumbuh dalam jamaah, saling belajar, saling membantu, bermusyawarah, dan saling menguatkan. Dalam berbagai peristiwa, Rasulullah ﷺ juga melibatkan para sahabat dalam musyawarah dan kerja bersama.


Allah berfirman:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ


“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan.”

(Surah Al-Ma'idah: 2)


Inilah salah satu nilai penting dari pembelajaran kelompok. Siswa bukan hanya belajar materi pelajaran, tetapi juga belajar menjadi manusia yang mampu hidup bersama.


Karena itu, kelompok belajar seharusnya tidak menjadi tempat bagi satu siswa bekerja sementara yang lain hanya ikut nama. 


Setiap anggota perlu mengambil peran. Ada yang mencari informasi, mencatat, menyampaikan pendapat, menjadi penyaji, dan membantu anggota lainnya.


Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang membuat siswa tahu, tetapi juga membuat mereka mampu bekerja sama, berkomunikasi, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab.


Sebab di dunia nyata, hampir tidak ada persoalan besar yang dapat diselesaikan sendirian. Ada saatnya seseorang harus belajar bersama, bermusyawarah, dan saling menguatkan.


Belajar dalam kelompok hari ini, semoga menjadi latihan bagi siswa untuk kelak bekerja bersama dalam kebaikan.


Makassar, 7 Oktober 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo