Algoritma Medsos Akan Bagus Bila yang Dinonton Selalu Dampak Positif MBG, Kopdes, Sekolah Rakyat

 


Oleh: Kusnandar Putra


Pernahkah kita berpikir bahwa ketenangan hati juga bisa dipengaruhi oleh apa yang setiap hari kita lihat di media sosial?


 Algoritma media sosial memang bekerja dengan mempelajari kebiasaan pengguna, termasuk konten yang sering ditonton, disukai, dan dibagikan.


 Karena itu, menarik jika kita membangun kebiasaan digital yang membuat linimasa dipenuhi informasi tentang kebaikan, kemajuan, dan ikhtiar membangun bangsa.


Misalnya, informasi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Presiden yang meresmikan berbagai proyek pembangunan.


 Berita-berita tersebut dapat menjadi bahan literasi untuk memahami arah kebijakan pemerintah, mengenal program pembangunan, dan melihat berbagai upaya yang dilakukan untuk menjawab persoalan masyarakat.


Sayangnya, sebagian orang justru membiarkan linimasa media sosialnya dipenuhi kemarahan, pertengkaran politik, sindiran, dan berita negatif. 


Akibatnya, pemerintah seolah-olah selalu salah, sementara setiap kebijakan dipandang dengan prasangka. 


Dalam Islam, kita diajarkan untuk bersikap adil. Allah berfirman dalam QS. Al-Ma'idah ayat 8,


“Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”


Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian tidak boleh dikendalikan oleh kebencian. 


Jika suatu kebijakan membawa manfaat yang nyata, kita patut mengakui manfaatnya. 


Rasulullah shallallahu alami wasallam juga mengajarkan pentingnya berkata baik. Karena itu, ruang digital semestinya tidak hanya menjadi tempat melampiaskan kemarahan, tetapi juga menjadi sarana menyebarkan informasi yang bermanfaat, memperluas wawasan, dan menjaga persaudaraan.


Bayangkan jika setiap hari linimasa kita menghadirkan informasi pendidikan, pembangunan desa, pelayanan publik, inovasi, dan kisah masyarakat yang memperoleh manfaat dari suatu program.


  Pengetahuan kita akan bertambah. Wawasan menjadi lebih luas. Hati pun berpeluang lebih tenang karena tidak terus-menerus disibukkan oleh permusuhan dan prasangka.


Dengan algoritma yang positif, kita bakal mendoakan kebaikan bagi pemimpin, mengapresiasi kerja yang bermanfaat. 


Apa yang kita konsumsi setiap hari dapat memengaruhi cara berpikir, berbicara, dan memandang orang lain.


Mari membangun algoritma yang menyejukkan, memperbanyak informasi bermanfaat, mencari berita dari sumber tepercaya. 


Barokalloh fiikum


Gowa, 9 Oktober 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo