Saat Istri Minta Rumah (Lagi!)

 

Kusnandar Putra


Kemarin istri mengirimkan sebuah foto rumah. 


Di depannya terpampang tulisan “Rumah Ini Dijual.”


Ia kemudian mengirim pesan kepada saya, meminta dibelikan rumah tersebut.


Saya menjawab singkat:


“Harga berapa, sayang?

Insyaallah. Berdoa, sayang.

Mau ka juga beli motor Harley ini.”


Sebenarnya, kami sudah memiliki rumah. Kalau Allah memberikan rezeki, mungkin bisa menjadi aset kedua. Di sisi lain, saya juga punya keinginan untuk membeli sebuah motor Harley.


Dua-duanya sama-sama keinginan.


Dari percakapan sederhana itu, ada satu hal yang ingin saya tanamkan dalam keluarga, jangan mengatakan “mustahil”.


Kalau menginginkan sesuatu, sampaikan saja. Minta kepada Allah.


Berdoalah.


Allah berfirman, artinya, 


“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu.”

(Surah Ghafir: 60)


Maka ketika istri mengatakan ingin memiliki rumah, saya tidak ingin langsung menjawab, “Tidak mungkin,” "Banyak kebutuhan lain."


Begitu juga ketika saya mempunyai keinginan membeli motor Harley. Tidak perlu langsung berkata, “Ah, mustahil.”


Sampaikan kepada Allah.


Soal bagaimana caranya, biarlah Allah yang mengatur.


Bisa jadi Allah memberikan melalui pekerjaan. Bisa melalui usaha. Bisa juga Allah menunda karena waktunya belum tepat.


 Bahkan bisa saja Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.


Tugas manusia adalah berdoa, berusaha, kemudian bertawakal.


Doa adalah ibadah. 

Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.


Ada rumah yang hari ini terlihat jauh dari kemampuan.


Ada kendaraan yang terasa terlalu mahal.


Ada cita-cita yang menurut hitungan manusia tampak sulit.


Tetapi jangan menjadikan keterbatasan hari ini sebagai alasan untuk berhenti berharap kepada Allah.


Berdoalah dahulu.


Kalau belum mampu, berusaha.


Kalau belum terkabul, bersabar.


Kalau Allah memberi, bersyukur.


Dan kalau Allah memilihkan sesuatu yang berbeda, percaya bahwa pilihan Allah tidak pernah sia-sia.


Saya hanya ingin mengajarkan satu hal kepada keluarga, 


Boleh punya impian besar. Jangan malu menyampaikannya kepada Allah.


Seorang hamba tetap berkata dalam doanya, 


“Ya Allah, kalau ini baik untukku, mudahkanlah.”


Sebab yang menentukan bukan besar kecilnya kemampuan manusia.


Allah-lah Yang Mahakaya dan Mahakuasa.


Maka, untuk rumah itu, untuk Harley itu, dan untuk keinginan-keinginan lain yang masih tersimpan di hati. 


Berdoa saja.


Tidak perlu buru-buru berkata mustahil.


Barangkali bukan hari ini.


Barangkali bukan dengan cara yang dibayangkan.


Tetapi selama masih menjadi doa yang baik, teruslah mengetuk pintu langit.


Allah Maha Mendengar.


Gowa, 3 Oktober 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo