Menghapus Prasangka Buruk pada MBG
Kusnandar Putra
Pernahkah Anda sedang asyik bermain HP, tiba-tiba muncul peringatan Baterai Lemah 10%?
Seketika itu juga, layar meredup dan fokus Anda beralih dari keasyikan utama HP ke pencarian kabel charger.
Jika gawai saja butuh daya untuk berfungsi optimal, apalagi otak anak-anak di sekolah.
Rasa lapar adalah musuh utama konsentrasi. Anak yang berangkat sekolah dengan perut kosong atau asupan nutrisi seadanya tidak akan bisa menyerap pelajaran dengan maksimal. Program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai pengisi daya yang sangat dibutuhkan.
Namun, di tengah upaya baik ini, sering kali muncul suara sumbang atau prasangka buruk.
Mengapa kita tidak mencoba untuk berhusnudzon?
Mari kita melihat dari kacamata yang lebih jernih dan hati yang lebih lapang.
Dalam amalan Islam, memberi makan adalah salah satu amalan yang paling dicintai Allah subhanahu wa ta'ala.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah riwayat Imam Bukhari bahwa sebaik-baiknya amalan Islam adalah memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal maupun yang tidak kau kenal.
Jika pemerintah kini berikhtiar memberikan makan bagi generasi penerus bangsa, bukankah itu bentuk nyata dari kepedulian pemimpin terhadap rakyatnya?
Ingatkah kita bagaimana Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu sampai memanggul sendiri karung gandum untuk seorang ibu yang anak-anaknya menangis karena kelaparan?
Kepemimpinan yang penting adalah memastikan tidak ada warganya yang menghalangi masa depan hanya karena urusan perut.
Riset menunjukkan bahwa glukosa dan nutrisi yang stabil dalam darah berbanding lurus dengan kemampuan fokus.
Ketika kebutuhan dasar biologi terpenuhi, murid dapat naik ke tingkat berpikir yang lebih tinggi, seperti berpikir kritis dan kolaborasi yang menjadi bagian dari kompetensi abad 21.
Yang perlu kita ingat, ketika ada sebuah sistem yang mencoba merapikan hal ini secara nasional, sudah sepatutnya kita mengawal dan mendoakannya agar berjalan dengan baik.
Tentu saja, sebagai masyarakat, kita berhak memantau program ini agar tepat sasaran dan berkualitas. Namun, pengamatannya berbeda dengan menghujat sejak awal.
Mari kita berikan ruang bagi kebaikan untuk tumbuh. Biarkan pemerintah berbuat baik kepada warganya melalui program MBG.
Ingatlah bahwa setiap butir nasi yang masuk ke tubuh seorang ilmu dan menjadi tenaga baginya untuk menghafal satu ayat atau memahami satu rumus, insyaallah akan menjadi aliran pahala bagi mereka yang mengupayakannya.
Mari kita bersihkan hati dari penyakit su'udzon. Fokus kita saat ini adalah bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan nyaman tanpa harus menahan perih di perut.
Barokallohu fiikum.
Makassar, 24 Agustus 2026


Comments
Post a Comment