Juara Sejati adalah yang Mampu Melampaui Diri Sendiri

 

Baru tadi (28/9), saya menyampaikan motivasi siswa, “Kita itu adalah juara.”


Mengapa?


Sebelum lahir ke dunia, kita telah melewati sebuah perjuangan. Dari sekian banyak sel sperma yang berlomba menuju sel telur, hanya satu yang akhirnya berhasil membuahi. Dan salah satunya adalah kita.


Jangan terlalu cepat menyerah hanya karena hari ini menghadapi kesulitan. 


Bukankah sejak awal kehidupan, kita sudah berkompetisi. Dan kita adalah juaranya. 


Tetapi menjadi juara bukan berarti harus selalu mengalahkan orang lain.


Yang kita lawan adalah kita sendiri. 


Lawan itu adalah diri kita yang kemarin.


Lawan rasa malas.

Lawan rasa takut.

Lawan kebiasaan menunda.

Lawan keinginan untuk menyerah.


Allah berfirman, artinya, 


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

(Surah Ar-Ra‘d: 11)


Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan usaha dari dalam diri. Jangan hanya berharap kehidupan berubah, sementara kemalasan masih dipelihara.


Karena itu, milikilah mental juara. Bukan mental yang merasa lebih hebat daripada orang lain, tetapi mental yang selalu ingin menjadi lebih baik daripada diri kita kemarin. 


Kemarin mungkin malas. Hari ini harus lebih rajin. Melawan malas, ngantuk, tidur di kelas. 

Barokallohu fiikum

Makassar, 28 September 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo