Kepala Sekolah Penyuruh

 

Kusnandar Putra


Pernahkah Anda melihat kepala sekolah yang suka menyalahkan guru? 


Sibuk menunjuk kesalahan satu per satu guru. 


Di beberapa sekolah, mungkin saja masih ada pola kepemimpinan otoriter, memerintah dan menuding.


Mengapa kita tidak mulai mengubah kacamata kepemimpinan ini menjadi lebih humanis?


Kepemimpinan adalah amanah untuk melayani, bukan alat untuk menindas.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah teladan terbaik yang senantiasa memudahkan urusan umatnya dan tidak pernah mencari-cari kesalahan orang lain. 


Beliau mengajarkan bahwa pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi kaumnya.


Ketika seorang kepala sekolah memilih untuk memfasilitasi kebutuhan gurunya, mulai dari pelatihan, sarana pembelajaran, hingga dukungan moral, bukankah itu bentuk nyata dari kepemimpinan yang berlandaskan tanggung jawab?


Ingatkah kita bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu mendengarkan masukan para sahabatnya sebelum mengambil keputusan penting, seperti dalam peristiwa Perang Khandaq?


Esensi kepemimpinan sekolah bukanlah menunjukkan siapa yang paling berkuasa, melainkan memastikan para guru memiliki semua daya dan ruang yang dibutuhkan untuk mencerdaskan anak didik.


Ketika guru merasa didukung dan dihargai, energi guru sepenuhnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang menarik bagi murid.


Yang perlu kita ingat, merawat ekosistem pendidikan yang sehat adalah tanggung jawab bersama, dan itu dimulai dari sikap sang kepala sekolah.


Tentu, evaluasi dan disiplin tetap diperlukan agar standar pendidikan tetap terjaga. 


Namun, meluruskan kekeliruan dengan bimbingan dan fasilitas sangat berbeda jauh dengan mencari-cari kesalahan demi menunjukkan dominasi.


Berikan budaya saling mendukung untuk tumbuh di sekolah-sekolah kita.


Kepala sekolah wajib merangkul para guru sebagai mitra sejajar dalam berjuang.


Barokallohu fiikum.


Makassar, 4 September 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo