Matematika untuk Atrean SPBU Makassar
Kusnandar Putra
Fenomena antrean panjang BBM yang sempat melanda kota Makassar belakangan ini akhirnya tersolusikan.
Dulunya, setiap pagi, siang, sore, malam jalan-jalan utama lumpuh hanya karena tumpukan kendaraan yang mengantre bahan bakar.
Hingga akhirnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah berbasis matematika menerapkan sistem ganjil-genap untuk mengisi BBM berdasarkan plat nomor kendaraan.
Plat titik ganjil (1,3,5,7,9) dibolehkan ketika tanggal ganjil. Sebaliknya, ujung plat genap (2,4,6,8,0) hanya boleh di tanggal genap.
Inilah contoh nyata bagaimana matematika mampu menuntaskan persoalan sosial. Masalah yang rumit pun perlahan terpecahkan.
Namun, kehidupan manusia tidak hanya membutuhkan matematika.
Ada permasalahan yang belum dapat diselesaikan dengan angka, rumus, atau perhitungan.
Di dalamnya ilmu agama memiliki peran penting sebagai kompas dalam menjalani kehidupan.
Matematika dapat membantu mengatur antrean, namun ilmu agama mengajarkan manusia untuk bersabar ketika mengantre.
Matematika dapat membantu membagi waktu, tetapi agama mengajarkan agar waktu tidak dihabiskan untuk kesia-siaan.
Matematika dapat membantu menghitung keuntungan dan kerugian, tetapi agama mengajarkan agar seseorang tidak mengambil keuntungan dengan cara yang zalim.
Contohnya, ketika terjadi antrean panjang di SPBU, seseorang mungkin merasa kesal karena harus menunggu lama. Dengan ilmu agama, ia belajar bahwa kesabaran adalah sifat mulia.
Ia tidak menyerobot antrean, tidak memaki petugas, dan tidak merugikan orang lain hanya demi kepentingan pribadi.
Contoh lainnya dalam kehidupan bertetangga. Matematika mungkin dapat menghitung jumlah rumah dalam satu lingkungan, tetapi ilmu agama mengajarkan bagaimana menjaga hak tetangga, tidak mengganggu, serta saling membantu ketika ada kesulitan.
Begitu pula dalam keluarga. Ilmu pengetahuan dapat membantu seseorang memahami banyak hal, tetapi ilmu agama membimbingnya untuk menjadi pasangan yang amanah, orang tua yang penyayang, dan anak yang berbakti.
Oleh karena itu, ilmu agama bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga untuk menjadi solusi dalam kehidupan.
Ketika seseorang menghadapi masalah, agama memberikan pedoman tentang kejujuran, kesabaran, keadilan, tanggung jawab, dan adab.
Allah azza wajalla berfirman,
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”
(Surah An-Nahl: 43)
Ayat ini mengingatkan kita pentingnya belajar dan bertanya kepada orang yang berilmu.
Sebab, banyak persoalan kehidupan yang memerlukan pemahaman yang benar, bukan sekadar dugaan.
Maka, belajarlah, menuntut ilmu agama, karena ilmu agama bukan hanya bekal untuk akhirat, tetapi juga menjadi petunjuk dan solusi dalam menjalani kehidupan di dunia.
Gowa, 15 September 2026


Comments
Post a Comment