Melihat Lagi Buku Sendiri
Kusnandar Putra
Hari itu, saya menemukan sebuah buku tulisan sendiri di sekolah. Saya langsung tersenyum.
Judulnya: Quotes for Muslim (Memaknai Lebih Dalam Hidup yang Penuh Arti)
Buku yang saya tulis sekitar 2015.
Semoga anak-anak SMP yang baca buku ini, dapatkan manfaat.
Di dalam buku ini, ada tulisan tentang menuntut ilmu, kesabaran menghadapi ujian, menjalani proses kehidupan, dan bagaimana seorang muslim seharusnya terus belajar, tentang suami istri, dll.
Dulu saya menulis dengan harapan sederhana, semoga apa yang ditulis bisa memberi manfaat.
Beberapa isinya,
"..usia 24 tahun, Yazid bin Muawiyah memerangi konstantinopel (Eropa).
Kita? Dalam usia sekarang sudah bisa apa?
❖ ❖ ❖
Di kota, yang dikerumuni mal-mal.
Di pinggir jalan, yang dikerumuni penjual batu cincin.
Di perumahan, yang dikerumuni demo masakan.
Di kampung, yang dikerumuni pasar-pasar.
Tapi, adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang bermajelis ilmu?
Mereka dikelilingi oleh para malaikat, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketenteraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisi-Nya.
❖ ❖ ❖
Orang yang berubah karena bertambah ilmu agamanya, disebut thullab (penuntut ilmu).
Sementara orang yang hanya berubah karena bertambah perhiasan dunianya, seiring bertambahnya umur, disebut menua. Dunia sementara. Mempelajari ilmu agama selamanya.
❖ ❖ ❖
Boleh kita berpikir seperti ini: jangan menunggu semangat baru belajar, tapi belajarlah, maka kita akan semangat.
❖ ❖ ❖
Setiap manusia punya ujian, maka hadapilah dengan kesabaran. Karena hal itu tanda keimanan. Ingatlah, ada hikmah di depan berupa pelajaran. Hal itu tersadari dengan pelan-pelan, maka hadapilah dengan elegan.
❖ ❖ ❖
Dalam hidup ini, setiap impian kita harus mengalami proses. Dan keberhasilan itu tak berada di awal. Dia tampak pada proses yang tekun dan amanah.
Tapi, satu hal yang mesti kita sadari bahwa kesulitan itu sementara, karena di baliknya pasti ada kemudahan. Maka, jalani proses itu dengan sabar. Karena itulah sebaik-baik bekal.
Para penuntut ilmu, sabarlah! Jalani proses menyelami ilmu dengan tabah.
Para pekerja, sabarlah! Jalani proses bekerja dengan nikmat.
Para orangtua, sabarlah! Jalani proses mendidik dengan penuh hikmah.
❖ ❖ ❖
Penatnya kehidupan di dunia, sulitnya memikul ujian, bukanlah tanda keseluruhan hidup kita. Semuanya sementara. Bersabarlah!
❖ ❖ ❖
Alhamdulillah.
Semoga bermanfaat.
Barokallohu fiikum.
Makassar, 30 September 2026


mantap
ReplyDeleteMakasih banyak Omjay
Delete