Menanamkan Husnudzon


 


Kusnandar Putra


Beberapa waktu lalu, saya berpesan kepada siswa untuk selalu berbaik sangka kepada siapa pun. Bahkan kepada Allah azza wajalla. 


Bahaya jika selalu suudzon. Suudzon kepada pemerintah, teman, ini bahaya. 


Dalam sebuah hadis qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman bahwa Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. 


Dan Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ tiga hari sebelum wafatnya bersabda,


لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ


“Janganlah salah seorang di antara kalian mati, melainkan ia harus berhusnuzan pada Allah.” (HR.Muslim no.2877)


Namun, tantangan husnudzon tidak berhenti di ranah pribadi saja. Harusnya pada semua aspek. Ketika ada masalah, baiklah kepada Allah, "Allah mau menghapus dosa saya." Ketika ada kebijakan MBG dari pemerintah, baik sangka kepada pemerintah, "Alhamdulillah ini adalah kebijakan positif untuk menyehatkan warga Indonesia."


Mengapa ini penting? 


Di era digital yang serba cepat, sangat mudah bagi kita untuk terjebak dalam arus caci maki dan prasangka buruk terhadap kebijakan pemerintah. 


Padahal, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk mendoakan kebaikan bagi para pemimpin. Jika kita terus-menerus memelihara suudzon kepada pemerintah, yang lahir hanyalah kegaduhan dan kebencian. 


Masyarakat idealnya saat mendengar berita tentang pemerintah, utamakan baik-baik saja. 


Kehidupan ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan menggerutu.


Barokallohu fiikum.



Makassar, 10 September 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo