Menulis Harus Dipaksakan
Kusnandar Putra
Berhentilah menunggu suasana hati untuk mulai menulis!
Sangat tidak realistis jika setiap ide dan gagasan yang ada di kepala kita selalu hilang begitu saja hanya karena menurut kita rasa malas.
Bahaya jika seorang penulis hanya mengandalkan mood. Ketika mood datang kita bersemangat menulis satu paragraf, namun saat mood hilang karya kita mangkrak.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ
“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami', no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih)
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah pernah berpesan,
Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya
Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat
Termasuk habitat kalau Anda berburu kijang
Setelah itu kamu tinggalkan begitu saja.” (Diwan Asy-Syafi’i)
Setiap penulis paham betul bahwa karya lahir dari konsistensi dan pembiasaan, bukan dari kebetulan.
Dorongan untuk memanjakan rasa malas dengan dalih writer's block atau tidak ada inspirasi sebenarnya bisa diatasi dengan usaha menulis.
Tanpa disadari, banyak dari kita yang membiarkan idenya pergi begitu saja tanpa dituangkan ke atas kertas.
Padahal, kunci utama seorang penulis sejati sangat sederhana, cukup duduk dan paksa jemari untuk mengetik kalimat pertama.
Ketika kita melatih diri untuk disiplin menulis dalam kondisi apa pun, mood justru akan datang dengan sendirinya mengikuti alur kerja yang sudah kita mulai, dan ide-ide baru akan mengalir tanpa hambatan.
Barokallohu fiikum.
Makassar, 16 September 2026


Comments
Post a Comment