"Orang Berpendidikan" di Indonesia di bawah 5% Saja

 

Kusnandar Putra


Ada sebuah grafik yang menarik tentang tingkat pendidikan masyarakat Indonesia tahun 2024. 


Dari data tersebut, penduduk yang berpendidikan S1 sekitar 4,78 persen, S2 hanya 0,34 persen, dan S3 sekitar 0,02 persen.


Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ada pesan penting di dalamnya, yaitu kita masih perlu terus mendorong budaya belajar.


Belajar bukan hanya tentang mendapatkan ijazah atau mengejar gelar. 


Belajar seharusnya mampu mengubah cara berpikir, mengubah sikap, dan akhirnya mengubah perilaku.


Orang yang terus belajar akan semakin sadar bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan. 


Ilmu membuat seseorang lebih berhati-hati dalam berbicara, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan lebih terbuka menerima kebenaran.


Karena itu, dalam sebuah keluarga, pendidikan sebaiknya menjadi investasi jangka panjang.  Minimal semua anggota keluarga S1 dan akan lebih baik lagi jika semua minimal S2. 


Bukan untuk membanggakan gelar, tetapi untuk membangun budaya keluarga yang mencintai ilmu.


Islam sendiri sangat memuliakan orang-orang yang berilmu.


Allah azza wajalla berfirman, 


 يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ


“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

(Surah Al-Mujadilah: 11)


Maka jangan merasa selesai hanya karena sudah mendapatkan ijazah di SMA.


Lulus sekolah bukan berarti berhenti belajar. Lulus kuliah juga bukan berarti selesai menuntut ilmu.


Sebab hidup terus berubah. Persoalan semakin beragam. 


Anak-anak kita menghadapi zaman yang berbeda. Maka orang tua pun harus terus belajar agar mampu mendidik anak dengan cara yang tepat.


Belajar bukan sekadar menambah pengetahuan. Belajar adalah ikhtiar untuk memperbaiki diri.


Dan keluarga yang mencintai ilmu, insyaallah akan melahirkan generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga lebih baik akhlaknya.


Barokallohu fiikum


Gowa, 19 September 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo