Orang yang Punya Privilege Harusnya Makin Banyak Kesempatan Belajar Agama

 

Kusnandar Putra


Setiap orang mendapatkan jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam dalam sehari.


Tetapi tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam menggunakan waktu tersebut.


Ada orang yang harus bekerja sejak pagi hingga malam. Ada yang waktunya banyak tersita untuk mencari nafkah, mengurus keluarga, dan menyelesaikan berbagai tanggung jawab.


Namun ada pula orang yang diberikan kelapangan.


Pekerjaannya sudah tertata. Kebutuhan hidupnya tercukupi. Dia memiliki lebih banyak waktu yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas.


Di sinilah sebuah pertanyaan penting muncul, 


"Untuk apa waktu yang lebih banyak itu digunakan?"


Kelapangan waktu sebenarnya adalah sebuah nikmat. Yang punya privilege kekayaan, bisnis, dll, harusnya makin banyak porsi waktu untuk belajar agama. 


Orang yang memiliki lebih banyak waktu seharusnya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kebaikan.


Dia bisa membaca Al-Qur'an lebih banyak.


Dia bisa menghafal ayat demi ayat.


Dia bisa mempelajari ilmu agama.


Ia bisa menghadiri majelis ilmu.


Ia bisa mengajarkan apa yang telah dipelajarinya kepada keluarga dan orang lain.


Bukan berarti orang yang sibuk tidak bisa belajar agama.


Justru setiap orang tetap memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu sesuai kebutuhannya.


Namun ketika Allah memberikan seseorang kelapangan yang tidak dimiliki sebagian orang lain, kelapangan itu seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 


فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب


“Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”


(QS. Asy-Syarh: 7–8)


Ayat ini mengajarkan kepada kita agar waktu yang kosong tidak dibiarkan berlalu tanpa manfaat.


Sebab waktu adalah bagian dari umur.


Dan umur tidak pernah kembali.


Karena itu, jangan sampai seseorang memiliki banyak waktu tetapi sedikit ilmu.


Jangan sampai memiliki kelapangan tetapi kesempatan tersebut lebih banyak dihabiskan untuk hiburan daripada belajar.


Jangan sampai memiliki kesempatan membuka Al-Qur'an, tetapi justru terlalu sibuk membuka sesuatu yang tidak memberikan manfaat.


Semakin banyak waktu yang kita miliki, semakin banyak pula peluang untuk berbuat baik.


Bukan karena kita lebih mulia daripada orang lain.


Tetapi karena Allah memberikan kita kesempatan yang lebih luas untuk mengisinya dengan kebaikan.


Mungkin ada orang yang hanya mampu membaca Al-Qur'an beberapa ayat setelah bekerja seharian.


Sementara kita diberikan waktu berjam-jam.


Maka kesempatan itu jangan disia-siakan.


Hafalkan satu ayat.


Baca beberapa halaman.


Pelajari satu hadis.


Hadiri satu majelis ilmu.


Sebab hidup bukan hanya tentang bagaimana kita memiliki banyak waktu.


Tetapi tentang untuk apa waktu itu kita gunakan.


Kelapangan adalah nikmat.


Dan salah satu bentuk syukur atas nikmat kelapangan adalah mengisinya dengan kebaikan.


Semakin banyak waktu yang Allah berikan kepada kita, semoga semakin banyak pula kebaikan yang bisa kita lakukan.


Barokallohu fiikum.


Gowa, 21 September 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo