Tragedi Kurikulum di Tangan Orang yang Tidak Paham

 

Kusnandar Putra


Pernahkah Anda membayangkan bila sebuah bus yang melaju sangat kencang, mesinnya menderu, namun sang sopir sebenarnya tidak tahu mau ke mana? 


Para penumpang di dalamnya sibuk memuji betapa mewahnya interior bus itu, sementara mereka sedang menuju jurang karena sang pengemudi kehilangan arah. 


Itulah gambaran lembaga pendidikan bila diatur oleh orang yang tidak paham.


Kadang sekolah dikelola oleh orang orang yang tidak paham kurikulum. Guru-guru terjebak dalam aturan hirarki, sementara oknum pengelola sekolah tidak mau belajar. 


Jika pengelola sekolah tidak paham esensi kurikulum, maka siswa jadi korban. 


Ingatkah kita bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendidik para sahabat? 


Setiap kalimat yang keluar dari lisan mulia beliau memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dan kontekstual. 


Apa yang terjadi di sebagian sekolah?


Kadang tujuan pembelajaran hanya menjadi blur. Padahal, dalam teori pendidikan modern yang sering disebut Backward Design, kita seharusnya menentukan hasil akhir yang diinginkan terlebih dahulu, baru kemudian menyusun langkah-langkahnya. 


Jika tujuan pembelajaran tidak jelas, maka guru akan bingung memilih metode. 


Bagaimana cara memperbaikinya? 


Mari kita berkaca pada keteladanan para sahabat radhiyallahu 'anhum. 


Dulu, Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu bercerita bahwa mereka belajar iman sebelum belajar Al Quran. Ada urutan yang jelas, ada esensi yang dijaga. 


Dalam konteks sekolah, pengelola harus memastikan bahwa setiap guru difasilitasi dan dibantu untuk memenuhi tujuan pembelajarannya. 


Barokallohu fiikum.


Makassar, 8 September 2026



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Gelar Tanpa Dampak

Doakan Pak Prabowo