Zoom Out Kehidupan
Kusnandar Putra
Satu peristiwa bisa melahirkan banyak cerita.
Satu kejadian yang sama bisa ditulis dengan cara yang berbeda, tergantung dari mana kita melihatnya.
Itulah yang saya sampaikan kepada para siswa ketika menjelaskan tentang sudut pandang dalam jurnalistik.
Kamera bukan hanya alat untuk mengambil gambar. Kamera membantu kita memilih apa yang ingin dilihat, bagian mana yang ingin ditampilkan, dan cerita apa yang ingin disampaikan kepada orang lain.
Begitu pula dalam menulis.
Seorang penulis tetap harus menentukan apa yang akan diceritakan dan dari sisi mana suatu peristiwa akan dilihat.
Ambil saja tema Idulfitri.
Satu peristiwa bisa melahirkan banyak tulisan.
Bisa tentang pembagian THR. Bisa tentang perjalanan mudik. Bisa tentang silaturahmi. Bisa tentang anak yang pulang kampung. Bisa pula tentang harunya orang-orang yang saling meminta maaf.
Peristiwanya sama.
Tetapi sudut pandangnya berbeda.
Pentingnya belajar melihat sesuatu dari berbagai sisi.
Orang yang hanya melihat dari satu sudut akan mudah kehabisan ide. Sebaliknya, orang yang terbiasa melihat dari berbagai sudut akan menemukan banyak hal yang sebelumnya tidak terlihat.
Dan ternyata, kemampuan melihat dari sudut pandang yang berbeda tidak hanya berguna bagi seorang jurnalis.
Ia juga penting dalam kehidupan sehari-hari.
Termasuk ketika kita berbicara dengan keluarga.
Ada orang yang ketika berkumpul bersama keluarga hanya menjadi pendengar. Bukan karena tidak memiliki pikiran atau tidak peduli, tetapi karena tidak tahu harus memulai percakapan dari mana.
Padahal, banyak hal sederhana yang bisa menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi.
Ketika keluarga membicarakan Iduladha, misalnya, kita bisa bertanya tentang masakan, resep rendang, cara membuat ketupat, atau bahkan bertanya kepada orang tua dan keluarga,
“Dulu belajar memasak dari siapa?”
Pertanyaan sederhana bisa membuka cerita panjang.
Dari sana kita bisa mengenal pengalaman orang tua, mendengar cerita, dan menemukan nilai-nilai keluarga yang mungkin selama ini tidak pernah kita ketahui.
Artinya, belajar melihat dari sudut pandang bukan hanya membuat tulisan menjadi lebih menarik.
Ia juga menjadikan kita menjadi manusia yang lebih peka.
Oleh karena itu, belajar melihat dari sudut pandang yang lebih luas bukan hanya keterampilan menulis.
Ia adalah bagian dari cara kita memahami manusia.
Sebelum menilai seseorang, coba lihat dari sisi yang lain.
Sebelum menyimpulkan sebuah peristiwa, coba cari cerita di baliknya.
Sebelum mengatakan seseorang salah, mungkin ada sesuatu yang belum kita ketahui.
Kamera ponsel memiliki fitur zoom in dan zoom out.
Ketika terlalu dekat, kita hanya melihat bagian kecil dari sebuah objek.
Tetapi ketika kita melakukan zoom out, kita mulai melihat gambaran yang lebih luas.
Begitu pula kehidupan.
Jangan hanya melihat dari satu sisi.
Belajarlah melihat lebih luas, karena sering kali kebenaran sebuah cerita tidak berada pada satu sudut pandang saja.
Barokallohu fiikum.
Makassar, 21 September 2026



Comments
Post a Comment