Posts

Saat Istri Minta Rumah (Lagi!)

Image
  Kusnandar Putra Kemarin istri mengirimkan sebuah foto rumah.  Di depannya terpampang tulisan “Rumah Ini Dijual.” Ia kemudian mengirim pesan kepada saya, meminta dibelikan rumah tersebut. Saya menjawab singkat: “Harga berapa, sayang? Insyaallah. Berdoa, sayang. Mau ka juga beli motor Harley ini.” Sebenarnya, kami sudah memiliki rumah. Kalau Allah memberikan rezeki, mungkin bisa menjadi aset kedua. Di sisi lain, saya juga punya keinginan untuk membeli sebuah motor Harley. Dua-duanya sama-sama keinginan. Dari percakapan sederhana itu, ada satu hal yang ingin saya tanamkan dalam keluarga, jangan mengatakan “mustahil”. Kalau menginginkan sesuatu, sampaikan saja. Minta kepada Allah. Berdoalah. Allah berfirman, artinya,  “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu.” (Surah Ghafir: 60) Maka ketika istri mengatakan ingin memiliki rumah, saya tidak ingin langsung menjawab, “Tidak mungkin,” "Banyak kebutuhan lain." Begitu juga ketika saya mempunyai keinginan membeli mo...

“Sudah Siap Dihisab?” (Khutbah Jumat Tadi)

Image
  Kusnandar Putra Khutbah Pertama إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا. يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما، أما بعد. Hadirin, jamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah.  Kita hentikan sejenak pikiran kita tentang dunia. Kita hentikan sejenak pikiran kita tentang kesibukan, pekerjaan kita, menuju kepada kesibukan tentang perjalanan yang panjang kita menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.  Sekali-sekali hendaklah kita merenung, apakah usia yang Allah titipkan kepada kita sudah menjadi bekal untuk berjumpa kepad...

Ikan Kering Mairo 2 Ekor, Tapi Bisa Kenyang

Image
  Kusnandar Putra Dulu, waktu masih SD, pernah suatu hari ibu pergi karena ada urusan. Saya tinggal sendiri di rumah. Tidak banyak makanan yang tersedia. Yang tersisa hanya ikan kering mairo, mungkin dua atau tiga ekor. Bagi anak kecil, tentu itu bukan makanan yang istimewa. Tidak ada lauk yang beraneka ragam, tidak ada makanan yang bisa dipilih sesuai keinginan. Tapi saat itu, saya tetap bisa makan dengan lahap. Ikan kering itu saya potong kecil-kecil. Satu potongan dimakan dengan nasi, kemudian potongan berikutnya. Begitu seterusnya. Sederhana, tapi ternyata bisa membuat kenyang. Alhamdulillah. Pengalaman kecil itu mengajarkan satu hal, terkadang yang dibutuhkan bukan makanan yang sempurna, tetapi strategi untuk menikmati apa yang ada. Hari ini, bisa saja tidak mau makan kalau bukan makanan mewan. Ingin lauk yang ini, bukan mau yang itu.  Kalau tidak ada makanan kesukaan, merasa makanannya tidak enak. Padahal, bisa jadi di hadapan kita sudah ada rezeki yang cukup. Islam meng...

Anak-Anak Jangan Sampai Tidak Suka Makan Ikan

Image
  Kusnandar Putra Pagi ini (1/10) saya sampaikan ke siswa SMP agar mereka suka makan ikan. Karena ada fenomena, ada anak yang tidak suka makan ikan.  Ingat!  Ikan itu enak, mudah ditemukan, dan paling penting, memiliki banyak kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Jangan sampai makanan sehari-hari hanya berkutat pada mi instan dan telur. Telur memang bergizi, mi instan boleh saja sesekali, tetapi tubuh membutuhkan makanan yang beragam.  Ada nasi, sayur, buah, telur, daging, dan tentu saja ikan. Ikan bisa diolah menjadi berbagai macam menu. Bisa digoreng, dibakar, dipindang, dimasak kuah, atau diolah menjadi makanan yang lebih disukai anak-anak.  Jadi, jika tidak menyukai satu jenis ikan, bukan berarti harus membenci semua ikan. Dalam Islam, makanan bukan sekadar urusan kenyang. Allah azza wajalla berfirman, artinya,  “Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.” (Surah Al-Baqarah: 172) Ayat ini mengajarkan bah...

Melihat Lagi Buku Sendiri

Image
  Kusnandar Putra Hari itu, saya menemukan sebuah buku tulisan sendiri di sekolah. Saya langsung tersenyum. Judulnya: Quotes for Muslim (Memaknai Lebih Dalam Hidup yang Penuh Arti) Buku yang saya tulis sekitar 2015. Semoga anak-anak SMP yang baca buku ini, dapatkan manfaat.  Di dalam buku ini, ada tulisan tentang menuntut ilmu, kesabaran menghadapi ujian, menjalani proses kehidupan, dan bagaimana seorang muslim seharusnya terus belajar, tentang suami istri, dll.  Dulu saya menulis dengan harapan sederhana, semoga apa yang ditulis bisa memberi manfaat. Beberapa isinya,  "..usia 24 tahun, Yazid bin Muawiyah memerangi konstantinopel (Eropa). Kita? Dalam usia sekarang sudah bisa apa? ❖ ❖ ❖ Di kota, yang dikerumuni mal-mal. Di pinggir jalan, yang dikerumuni penjual batu cincin. Di perumahan, yang dikerumuni demo masakan. Di kampung, yang dikerumuni pasar-pasar. Tapi, adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang bermajelis ilmu? Mereka dikelilingi oleh para malaikat, rahm...

Hai Para Alumni Pesantren, Sejauh Mana Dunia Luar Mengubah Dirimu?

Image
  Kusnandar Putra Menapakkan kaki keluar dari gerbang pesantren selalu membawa desir perasaan yang campur aduk.  Ada rasa bebas, namun ada pula gelegak kecemasan.  Setelah bertahun-tahun ditempa dalam hidup yang teratur, mulai dari bangun sebelum subuh, mengaji, hingga menghafal Al-Qur'an, hingga dunia luar menyambut alumni pesantren dengan wajah yang sangat berbeda.  Sebuah dunia yang riuh, serba cepat, dan tak jarang menantang nilai-nilai yang dulu dipegang erat. Hari ini, coba sejenak kita menoleh ke belakang dan bertanya pada diri sendiri, Sudah sejauh mana dunia luar mengubah dirimu? Apakah hiruk pikuk karir, gemerlap gaya hidup, atau tekanan modernitas perlahan memudarkan warna santri dalam diri Anda?  Ataukah sebaliknya, keberadaanmu di luar sana justru mewarnai lingkungan sekitar dengan cahaya keilmuan yang pernah kamu timba? Sangat manusiawi jika alumni pesantren mengalami fase culture shock dan adaptasi.  Namun, sungguh sebuah kerugian besar jika ...

Juara Sejati adalah yang Mampu Melampaui Diri Sendiri

Image
  Baru tadi (28/9), saya menyampaikan motivasi siswa, “Kita itu adalah juara.” Mengapa? Sebelum lahir ke dunia, kita telah melewati sebuah perjuangan. Dari sekian banyak sel sperma yang berlomba menuju sel telur, hanya satu yang akhirnya berhasil membuahi. Dan salah satunya adalah kita. Jangan terlalu cepat menyerah hanya karena hari ini menghadapi kesulitan.  Bukankah sejak awal kehidupan, kita sudah berkompetisi. Dan kita adalah juaranya.  Tetapi menjadi juara bukan berarti harus selalu mengalahkan orang lain. Yang kita lawan adalah kita sendiri.  Lawan itu adalah diri kita yang kemarin. Lawan rasa malas. Lawan rasa takut. Lawan kebiasaan menunda. Lawan keinginan untuk menyerah. Allah berfirman, artinya,  “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (Surah Ar-Ra‘d: 11) Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan usaha dari dalam diri. Jangan hanya berharap kehidupan berubah, sementara kem...